Sabtu, 11 Januari 2014

GESIKA pun Bangkit Untuk Mosolo

  Gesika Berdiri Untuk Umat

Kurang sistematisnya kegiatan, tidak terkontrolnya ide-ide cerdas siswa kelas 3 SMA sederajat , generasi Mosolo dan tidak adanya wadah penuang aspirasi, menjadikan sebuah generasi hidup tak terarah dan sia-sia. Siswa sebagai intelektual muda yang seharusnya sebagai pelaku utama agent of change, agent of social, dan agent of control, kini menghilangkan jati dirinya sebagai Generasi Pelanjut(kutip: Kalimat Pak Laode Abdi) dan menjadikan dirinya sebagai kaum terbelakang bukan kaum intelektual.


Akibat dari keterbelakangan ini, maka muncullah sebuah gerakan baru yang berasumsi bahwa tanpa adanya suatu wadah penghimpun ide-ide cerdas, maka sampai kapanpun sebuah generasi akan kehilangan statusnya dan jati dirinya sebagai kaum intelek. Mereka menamakan gerakan ini sebagai Gerakan Pembaharuan Sehingga oleh inilah, berdiri sebuah perhimpunan pertama yang menghimpun semua siswa yang beridentitaskan Kelas Tiga SMA / Sederajat, berasal dari Desa Mosolo. perhimpunan tersebut mereka namakan GESIKA (Gerakan Siswa Kelas Tiga), yaitu sebuah gerakan pembaharuan untuk mengabdikan diri di masyarakat Desa Mosolo meski usia masih dikatakan dini. Perhimpunan ini mencakupi siswa-siswa Mosolo yang mengenyam pendidikan di tingkat SMA se-Sultra, dari SMA, MA , hingga SMK.

Awalanya Gerakan Pembaharuan ini dimunculkan oleh Jubirman dan Sarmanto yang keduanya adalah siswa SMAN 2 Kendari. Kemudia ide cerdas ini diikuti oleh rekan-rekan yang lainnya yang berada di MAN 1 Kendari, SMKN 2 Kendari, SMKN 3 Kendari, dan SMA-SMA lainnya. Konon, ide ini dilatarbelakangi oleh terdapatnya perpecahan pemikiran diantara kalangan masyarakat Mosolo yang penulis namakan sebagai DARK AGE, yaitu suatu masa dimana kegelapan, kehancuran, perpecahan, hingga permusuhan menhinggapi Masyarakat Mosolo di era itu. Tepatnya pada Tahun 2011 di Kediaman Bapak Kalimuddin GESIKA berdiri dengan penuh antusias oleh anggotanya dengan ketua dan wakil ketua terpilih periode 2011 yakni Sarmanto dan Jarmin (siswa MAN 1 Kendari), serta terangkat pula seorang Pembinanya dengan hasil musyawarah bersama yakni Bapak Drs. Salama yang pada kesempatan yang sama beliau adalah Kepala Sekolah di SMPN 2 Waworete.


Berdirinya sebuah perhimpunan atau gerakan akan dikatakan benar-benar berdiri perlulah ada pengakuan dari beberapa senior atau perhimpunan besar yang menaunginya. Sehingga pada Pelantika ke-I GESIKA  di kediaman Bapak Kalimuddin dengan suasana penuh sederhana, hadir pula senior-senior dari pengurus HIPMOS seperti Kanda La Bania, Kanda Sugianto, Kanda La Doni, Kanda Aliata, Kanda La Untu, Kanda La Meda , Yunda Wa Eda, dan senior-senior lainnya. Berbagai saran dan kritikan konstruktif serta arahan yang visioner mulai berkeluaran dari senior-senior tersebut.


Tak menunggu lama, beberapa program kerja pun mulai berhasil direalisasikan di masyarakat Mosolo ketika liburan UAN 2011 tiba. program yang terealisasi mulai dari Bakti Sosial bersama masyarakat di Lapangan Sepak Bola Desa Mosolo, Pembersihan Masjid Nur Hidayah, Balai Desa Mosolo, Balai Desa Sinaulu Jaya, pembersihan SMPN 2 Waworete, bahkan Jalan raya menuju Permandianpun mereka baktikan. Tak hanya itu, Gesika pun mulai mengeluarkan keahliannya dalam bidang pemikiran. mereka memulainya dengan berdiskusi bersama adik-adinya yang hendak melanjutkan ke SMA nantinya. Banyak tema diskusi yag mereka paparkan, mulai dari hal-hal yang berbau religius, hingga ke hal-hal yang berbau intelektualitas. Sehingga tak mengherankan bila masyarakat Mosolo yang menyaksikan pengabdian masyarakat itu mengangkat 2 jempol untuk Gesika yang diakrenakan sebelumnya ternyata belum pernah ada gerakan pendobrak seperti ini. Kesaksian itu diungkapkan oleh Bapak Lampiolu (Imam Desa Mosolo) dengan mengatakan bahwa hal ini perlu ada pembudayaan dan terus menerus dilakukannya karena sebelumn-sebelumnya belum pernah ada kegiatan semacam ini.

Di tahun Selanjutnya, Gesikapun tetap melancarkan program -program kerjanya dengan pimpinan Sarmianto (siswa SMAN 2 Kendari) selaku ketua terpilih pada periode 2012, Farida (SMK Tunas Husada Kendari) dan Bebu Indrawati (Siswa Man I Kendari) terpilih ketua dan wakil ketua pada periode 2013, serta Ardianto (siswa SMAN 2 Kendari) sebagai ketua Gesika pada periode 2014. Harapan penulis, agar kiranya pendiri-pendiri Gesika atau pembaharu-pembaharu Gesika yang lain baik angkatan 2011, 2012, maupun angkatan 2013 selalulah bersama Gesika meski engkau telah mengenyam pendidikan tinggi. Gesika pun akan mengalami DARK AGE bila generasi sebelumnya telah tidak menjalin komunikasi lagi dengan pengurus GESIKA hari ini. Bila ada yang mengatakan bahwa hari ini Gesika telah mati, maka saya akan mengatakan bahwa andalah yang mematika Gesika itu sendiri. 






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar