Kamis, 01 November 2012

What About of KINGKI?



What About of KINGKI?

Ketika anda mendengar kata KINGKI, mungkin dalam benak anda bingung dan sekaligus mengajak anda berpikir tentang apa itu KINGKI. Mungkin anda akan berpikiran bahwa KINGKI adalah kata yang berasal dari KING dan KI. Kalau KING mungkin anda mengartikannya sebgai raja. Sedangkan KI anda terbingungkan kembali dan berpikir sejenak. Sehingga hal ini pernah terungkap dalam dialog kecil antara beberapa orang tua di desa Mosolo ketika dalam perjalanan pulang dari sholat maghrib. Salah seorang dari mereka mengeluarkan pernyataan bahwa KING adalah raja dan ketika KING digabungkan dengan dua huruf penting yaitu KI, maka akan memaksudkan sebuah kata yang bermakna baik yaitu RAJAKI yang dalam bahasa cia-cia berarti rezeki.

KINGKI merupakan salah satu ORMAS informal di Desa Mosolo yang beranggotakan kaum pemuda Mosolo yang berorientasi pada pengabdian mereka sebagai pemuda ke masyarakat. Perkumpulan ini sebagian besarnya beranggotakan kaum lelaki. Bukan bermaksud untuk tidak memasukan kaum hawa di perkumpulan tersebut, namun menengok sejarah sangat bertolak belakang jika kaum dimasukan dalam perkumpulan ini. Karena pada hakikatnya perkumpulan ini muncul terinspirasikan oleh kaum hawa.

Konon, nama Kingki muncul ketika beberapa orang dari kaum pemuda hendak menanyai seorang wanita, tetapi karena rasa malu yang begitu besar melekat dalam diri Sang Pemuda hingga akhirnya mereka diamkan begitu saja, tidak memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya. Hingga akhirnya muncullah panggilan Kingki dari salah seorang pemuda yang memaknakan kata bapikingki-kingkimo,yang artinya hanya berani dibelakang saja. Tidak berani mengungkapkan perasaannya di depan Sang Wanita yang di incar-incarnya.

Panggilan-panggilan Kingki tersebut yang menginspirasi mereka untuk membentuk sebuah perkumpulan yang mengatasnamakan Kingki. Perkumpulan ini dibentuk pada tanggal 15 juli 2011 oleh beberapa orang. Beberapa orang tersebut seperti La Saha, Saharuni, Kaharuddin, Syahril, La Jamudi, La Rudin, La Dadi, dan lain-lain. Hingga kemudian jumlah keanggotaan mereka mencapai 21 anggota dengan menambahkan 2 orang partner working sarjana pendidikan islam yaitu Marbey,S.Pdi dan La Meda,S.Pdi. Bertambahnya jumlah keanggotaannya disebabkan oleh perencanaan mereka yang kemudian telah terealisasi tentang membeli atau membuat baju persatuan yang memaksudkan bahwa orang tersebut termasuk anggota Kingki.

Keberadaan Kingki di Desa Mosolo tidak hanya menarik perhatian para remaja ataupun pemuda tetapi hal itu pula juga sangat dirasakan oleh orang tua (mancuana) di daerah tersebut. Hal itu terbukti ketika pengabdian Kingki ke masyarakat luas dalam beberapa acara pesta sangat berantusias, baik pesta aluan maupun pesta perkawinan. Bukan hanya itu, berbagai kegiatan masyrakatpun mereka selalu turun lapangan untuk menunjukan pengabdian mereka, dari kegiatan Mosolo Cup, pembersihan jalan, Baksos membersihkan kuburan, hingga ke kegiatan-kegiatan yang lain. Konsistensi mereka dalam membantu masyarakat sangat terlihat dan dirasakan oleh warga daerah setempat. Tidak mengherankan jika Kingki merupakan inspirator munculnya perkumpulan-perkumpulan lain di Desa Mosolo, seperti Kansas, dan perkumpulan-perkumpulan lainnya.

2 komentar:

  1. gesika ngk dimasukkan kah..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooo iya,,,,, nnti saya masukan,,,
      trimakasih sarannya.....

      Hapus